Redaksi fokusinfo.com
-
TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Pimpinan Ponpes Nurul Atpal Puji H.Nalim Cabub Yang Agamis & Bermasyarakat
Redaksi fokusinfo.com
6 Ha Tanah TKD Desa Lantak Seribu Tak Tau Rimbanya. Tomas Laporkan Ke Bupati Merangin
Lika-liku Pembuatan SK Bupati Merangin Untuk Tanah R, Kades Rasau Rp 53 Juta Dana PAD Raib
Polemik Langling | Kades Langling Sebut Warga Oposisi Mengada-ada
Menurut Kus Nugroho permintaan tersebut dimotori hanya oleh segelintir warga yang tidak senang dengan dirinya yang telah memenangkan pertarungan ajang Pilkades beberapa waktu lalu.
‘’Itu warga yang berperan sebagai oposisi pemdes Langling, saya pun tahu siapa orang-orangnya,” ungkap kus Nugroho
Dikatakannya, Sunyono Kaur Pembangunan memang telah keliru saat mengambil kebijakan pada suatu acara pengangkatan ketua RT beberapa waktu yang lalu. Namun kekeliruan itu sudah diselesaikan dengan baik dan telah terjadi saling memafkan antara atasan dan bawahan sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi.
‘’Itu sangat sepele, dan peristiwa itu bijaksananya jika dikatakan hukum pemerintahan desa, bukan hukum adat desa. Ketika hutang sudah dibayar, tutup perkara,” tuturnya.
Soal pengaduan warga terhadap dirinya, Kus berpendapat
itu sah-sah saja. Bahkan dirinya mengaku senang jika ada respon dari pihak Pemkab Merangin.
‘’Jika memang kelak ada respon dari Pemkab, saya berterimakasih. Soalnya disitu akan terbuka mana yang benar dan mana yang mengada-ada mencari-cari celah persoalan,” kata Kus seraya berjabat tangan mantap dengan Kaur Pembangunan Desa Langling, Sunyono (*)
Reporter : Topan Bohemian
Dugaan Tak Apresiasi Prestasi Siswa. DKM Menghardik
Ketua DKM, Asro Almurthawy mengaku terkejut dengan kondisi tersebut. Pasalnya sekolah yang termasuk favorit di Merangin itu semestinya bisa lebih leluasa memberikan perhatian ataupun apresiasi kepada siswa yang memiliki talenta dan atau dibidang apapun selagi ada kaitannya dengan dunia pendidikan.
‘’Ya saya baca di media sosial soal dugaan dinginnya respon pihak sekolah kepada siswa yang berprestasi. Semestinya tidak boleh seperti itu. Walaupun siswa berprestasi di bidang seni, toh bijaksana jika pihak sekolah memberikan dukungan baik moril maupun materil. Itukan untuk perkembangan siswa juga, mengharumkan nama sekolah,” kata Asro.
Dirinya berharap tidak ada perlakuan membeda-bedakan antara siswa berprestasi bidang seni, olahraga maupun akademik karena siswa yang belajar disekolah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas.
‘’Jangan hanya bidang akademik yang diperhatikan, olahraga, kesenian, keagamaan dan lainnya juga harus mendapatkan perhatian. Dengan catatan ada prestasi ataupun talenta yang tertanam disana,” tuturnya.
Asro mengaku terenyuh ketika mendapatkan informasi para siswi penari mengeluarkan uang sendiri untuk keperluan lomba. Sementara lomba membawa nama sekolah, dan ketika menang SMAN 6 Merangin lah yang harum namanya.
‘’Saya sedih sekali menerima informasi itu. Setahu saya di Merangin ini dari tingkat TK sekalipun jika ada siswa siswi nya mengikuti perlombaan membawa nama sekolah maka pihak sekolah lah yang memfasilitasi. Kenapa begitu, karena biasanya pihak sekolah merasa bangga ada siswa siswi nya yang mengikuti lomba. Bahkan jika kalah sekalipun pihak sekolah tetap bertanggung jawab memberikan dukungan moril kepada siswa siswinya,” kata Asro
Menurut Asro, sebagai sekolah yang ternama dan memiliki banyak siswa tentu tidak sulit menggelontorkan dana untuk perkembangan prestasi siswa selagi masih dalam koridor kebutuhan yang menyangkut fasilitas fisik maupun biaya proses berkarya.
‘’Pihak sekolah jangan pelit-pelit lah terhadap perkembangan prestasi siswa. Apalagi dibidang kesenian yang didalamnya turut melestarikan adat budaya daerah Merangin. Yang bangga itu bukan saja siswa, tapi sekolah, guru, kepala sekolahnya, Pemerintah Meranginnya bahkan Pemerintah Provinsinya. Lihat tu daerah lain yang dengan bangganya memberikan penghargaan kepada siswa siswi berprestasi,” himbaunya
‘’Pesan saya kepada seluruh sekolah di Merangin ini, jika ada siswa yang memiliki talenta disegala bidang hendaknya dibina. Maksud membina ini bukan hanya sekedar membina, tapi ada juga dana yang harus dikucurkan untuk pembinaan itu,” tutup Asro.
Sementara itu Kepala SMAN 6 Merangin, Sugimin belum media ini hubungi untuk melakukan klarifikasi. (*)
Reporter : Topan Bohemian
Polemik Langling | Kena Hukum Adat, Warga Minta Kades Langling Berhentikan Kaur
Saiful Hadi seorang warga Langling kepada media ini mengatakan bahwa dengan telah menyandang status dijatuhi hukum adat itu maka Sunyono tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat Desa.
‘’Pak Sunyono tidak berhak lagi menjabat sebagai perangkat desa, karena telah merekat status kena hukum adat,” kata Saiful Hadi, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, salah satu poin persyaratan menjadi perangkat desa adalah tidak pernah dihukum adat oleh masyarakat dalam kabupaten Merangin selama kurun waktu lima (5) tahun terakhir.
‘’Kami berpegang pada Perda Merangin nomor 05 tahun 2016 tentang pedoman dan tata cara pencalonan, pemilihan, pengangkatan kepala desa dan perangkat desa. Ada disana tertera perangkat desa tidak boleh kena hukum adat, jika kena maka harus diberhentikan,” jelasnya.
Masih dikatakan Saiful Hadi, persoalan ini telah diadukan oleh warga ke pihak kecamatan, dengan tembusan ke Bupati Merangin, DPRD Merangin, BPMPD Merangin namun hingga saat ini belum ada respon.
‘’Kami melaporkan ini karena hingga saat ini Kades belum juga mencopot jabatan Sunyono. Semestinya Kades juga paham aturan. Dan lagi kami curiga ada apa-apanya, kenapa Kades masih mempertahankan Sunyono sebagai Kaur Pembangunan di Desa Langling,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Desa Langling, Zayadi menyatakan memang benar telah mengeluarkan keputusan menjatuhi hukum adat kepada Sunyono.
‘’Kami telah mengeluarkan surat pernyataan tertanggal 25 Februari 2017 bahwa Sunyono telah dihukum adat atas perlakuannya yang terjadi pada 24 Februari 2017,” kata Zayadi. (*)
Reporter : Topan Bohemian
Diduga SMAN 6 Tak Apresiasi Prestasi Siswa. Memalukan ?
Salah seorang kerabat siswi yang enggan dituliskan namanya kepada media ini mengatakan, sejak awal latihan tidak ada perhatian khusus dari pihak sekolah.
‘’Saya merasa iba lihat keponakan saya, mereka semangat benar ikut lomba tapi tidak ada dukungan kentara dari sekolah,” ungkapnya
Menurutnya, sejak awal latihan guna persiapan lomba di tingkat kabupaten para siswi mengeluarkan dana sendiri untuk keperluan property panggung, latihan, konsumsi, transportasi hingga kostum tari.
‘’Itu uangnya tidak sedikit loh. Dari pribadi anak-anak, saya tahunya saat ibu mereka mengeluh pengeluaran anaknya banyak untuk keperluan sekolah,” tuturnya.
Dia menjelaskan, sepengetahuannya akan ada penggantian uang yang telah dikeluarkan siswa, namun kenyataannya uang yang diganti tidak penuh. ‘’Angkanya saya lupa, tapi yang diganti tidak penuh,” singkatnya.
Sementara itu, saat para siswa diharuskan mewakili Merangin menuju FLS2N tingkat Provinsi Jambi keadaan semakin rumit. Pihak sekolah dituding tidak peduli sama sekali kepada siswa yang telah berjuang untuk mengharumkan nama sekolah. Bahkan informasi yang media ini dapatkan, dua orang siswa penari disebut-sebut patah semangat untuk mengikuti perlombaan.
‘’Jelang keberangkatan ke Jambi Dua orang teman kami itu tampak lesu,” ujar salah seorang teman akrab siswa penari yang tidak ingin dituliskan namanya.
Menurutnya, sikap patah semangat yang dialami dua orang temannya itu terbentur pada pendanaan yang menipis, sementara untuk bisa tampil maksimal saat perlombaan dibutuhkan sejumlah instrumen dan komponen penunjang penampilan.
‘’Saya sedih lihat dua orang teman saya itu, mereka mau ikut lomba tapi tidak ada uang lagi, dari sekolah tidak ada bantuan padahal mereka itu ikut lomba untuk sekolah. Dan SMAN 6 itu kan sekolah favorit, masa tidak ada apresiasi terhadap prestasi siswanya,” tuturnya.
‘’Dan lagi teman saya itu bukannya anak yang kemaren sore bisa menari, perjalanan teman saya itu bahkan sudah menjajaki hingga ke Nasional. Jadi sedih saya lihat tidak ada perhatian dari sekolah. Ini bagi saya memalukan,” katanya.
Sementara itu Kepala SMAN 6 Merangin, Sugimin belum bisa dihubungi.(*)
Reporter : Topan Bohemian
Penegasan Dari Kabag Hukum, Panitia Harus Siap Kembalikan Dana Dari Masyarakat Terkait Penjualan. 120 Kapling Tanah R Di Desa Rasau














