• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Aktifitas PETI Rusak Lubuk Larangan

Pengelolaan Lubuk Larangan Mati Suri 

TABIR – Keberadaan lubuk larangan di Kecamatan Tabir khususnya di desa Seling tidak lagi dikelola secara maksimal. Pasalnya, warga mengaku tidak dikelolannya lubuk larangan itu dikarenakan kepengurusan dan kepanitiaan di desa setempat tidak lagi berfungsi dan tidak jelas.
Namun tidak itu saja, penyebab tidak dikelolanya lubuk larangan didesa setempat, juga dipicu oleh aktifitas PETI yang masih beroperasi didesa Seling. Sehingga pengakuan warga setempat M. Nasir, mengatakan keberadaan lubuk larangan didesa setempat desa hingga saat ini terancam punah.
“Memang disepanjang aliran sungai Tabir mempunyai potensi ikan yang tinggi melalui lubuk larangan. Namun keberadaannya terancam punah dan gagal panen setiap tahunnya. Karena selain air yang keruh aktifitas PETI merusak ekosistem sungai,”katanya.
Aktifitas PETI tersebut mengakibatkan air keruh dan berbau. Sehingga menurut dia, ada saja ikan-ikan dilubuk larangan mati dikarenakan air sungai sudah bercampur za-zat yang membahayakan.
“Kalau didesa ini warga sudah malas ngurusin lubuk larangan. Selain karena PETI, diduga ada juga warga yang nekat mencuri ikan dimalam hari,”sebutnya.
Ia mengakui, zat merkuri yang dihasilkan PETI tidak hanya merusak potensi ikan dilubuk larangan, akan tetapi juga merusak lingkungan serta membahayakan kesehatan warga yang pada umumnya menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga.
“Beberapa bulan lalu warga Ganduk dan Desa Seling membuka lubuk larangan. Namun warga kecewa tidak banyak lagi ikan dilubuk larangan tersebut. Padahal lubuk larangan itu sudah 3 tahun tidak dipanen,”sebutnya.
“Selain itu air yang keruh dan berbau membuat warga kesulitan untuk memanen ikan itu,”tambahnya.
Ia mengakui, gagalnya panen lubuk larangan juga berimbas kepada sumber pendapatan asli desa yang setiap tahunnya membuka lubuk larangan. Menurutnya, sesuai tradisi desa, setiap 1-3 tahun lubuk larangan dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai sumber penghasilan dan pemasukan desa serta perekonomian warga.
“Kalau lubuk larangan dibuka, banyak warga yang berminat mencari ikan. Sesuai tradisi disetiap desa, biasanya warga luar desa dikenakan uang pendaftaran jika hendak mengambil ikan tersebut. Namun tidak tradisi setiap tahunan ini tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya,”tutupnya.(yaz)
Share:

Pembayaran PBB Masih Rendah

Dusun Baru Targetkan Pencapaian PBB
 
TABIR - Ke­sadaran warga yang tinggal di daerah pedesaan dalam membayar Pajak Bumi dan Ba­ngunan (PBB) masih tergolong rendah. Seperti di Kelurahan Dusun Baru misalnya masyarakat didaerah setempat belum sepenuhnya membayar PBB yang telah ditetapkan pemerintah. kemungkinan karena mereka belum memahami arti dan manfaat membayar PBB.
Terkait hal ini Lurah Dusun Baru Rahman mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan hal tersebut (PBB) kemasyarakat Desa melalui aparat desa hingga ke ketua RT masing-masing. Menurutnya, warga yang masih enggan membayar PBB tersebut pihaknya terus mengupayakan agar warga mau membayar PBB yang ditetapkan pemerintah satu  sekali dalam setahun tersebut.
“Ditahun 2016 kita menargetkan pembayaran lebih dari Rp.8 Juta dan harus lebih meningkat dari nominal tersebut. Apalagi pajak merupakan sumber penerimaan penting bagi pelaksanaan dan peningkatan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, peran serta masyarakat da­lam membayar pajak sa­ngat diperlukan,”jelasnya.
 Dikatakannya, pembayaran PBB merupakan ke­wajiban setiap masyarakat yang meng­huni atau me­nem­pati suatu tanah dan bangunan. PBB dibayar setiap satu tahun sekali. Menurutnya, secara teknis, pembayaran PBB tergantung pada luas dan posisi keberadaan tanah sehingga pajak yang dikenakan pun berbeda-beda.
“Dasar hukum pembayaran PBB tertuang dalam KMK No. 523/KMK.04/1998 Tentang Penentuan Klasifi­kasi dan Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan. Apalagi PBB yang ditetapkan pemerintah pertahun biayanya tidak mahal,” katanya.
“Kurangnya kesadaran warga dalam membayar PBB itu, tentu saja bisa menghambat pembangunan di desa ini dan dikecamatan khususnya,”tambahnya.
Ia menjelaskan Realisasi PBB masih sangat rendah. Menurutnya, realisasi PBB yang belum mencapai target ini akan menjadi catatan penting bagi Pemerintah kelurahan ini.
“Tentunya target PBB yang belum tercapai ini akan menjadi suatu catatan penting. Dan kita akan selalu mensosialisasi kepada warga terkait pentingnya membayar PBB sehingga pembangunan di Desa ini dapat meningkat,” pungkasnya.(yaz)
Share:

Momentum Bersama H. Salam Hd, S.Hi A

H. Salam. Foto : fb
Menduduki jabatan sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi tidak lantas membuat H. Salam Hd, S.Hi lupa daratan. Meskipun sebagai wakil rakyat dirinya menanggalkan strata dan tak canggung berbaur di masyarakat serta tetap teguh dalam pembawaannya yang bersahaja. 
Kami diberi kehormatan bertandang ke kediaman Salam. Silaturahmi sekaligus melihat aktivitas keseharian beliau disela ketatnya jadwal Anggota DPRD Provinsi Jambi. 

Topan Bohemian-Merangin

Mengendarai Katana hitam pudar (sebuah mobil kesayangan  yang memiliki sejarah tersendiri bagi pemiliknya). Kami, Dede Riskadinata (Pimpinan Umum FIJ), Fauzan Budi Saroko (Penasehat Hukum FIJ) dan saya Topan Bohemian (Pimpinan Redaksi FIJ) meluncur ke Kecamatan Pamenang. Tujuan kami adalah menemui salah seorang putra Merangin yang telah berkontribusi untuk kemajuan Merangin dengan caranya sendiri.
Beliau adalah H. Salam HD, S.Hi. seorang tokoh yang cukup dikenal luas di Merangin dan Provinsi Jambi karena saat ini Salam (Panggilan Akrabnya) menjabat sebagai salah seorang Anggota DPRD Provinsi Jambi.
Setiba di Pasar Pamenang, kami masih harus memacu lagi kendaraan beberapa kilometer hingga tiba di tempat tujuan yaitu sebuah taman wisata yang luasnya lebih dari 15 hektar, salah satu aset Salam di Pamenang untuk tujuan wisata.
Ketika turun dari kendaraan, senyum ramah kami terima dari Salam dan beberapa orang rekannya. Dibalut kostum bersahajanya, Salam menggiring kami ke salah satu pendopo di pinggir kolam. Suasananya sejuk, pemandangannya indah dan asri. Disana kami berbincang-bincang.
‘’Tempat ini saya namakan Taman Datuk Suginde Sungai Lintang, asalnya nama Nenek moyang warga Pamenang,” ungkap Salam membuka percakapan kala kami tertegun dengan keasrian taman wisata itu.
Meskipun tidak secara detil menjelaskan sejarah Datuk Suginde Sungai Lintang itu. Namun dari situ terlihat jelas kecintaan Salam kepada daerahnya yang kental. 
Salam merupakan anak ke 4 dari 6 saudara dilahirkan dari keluarga sederhana. Pria kelahiran Pamenang, 07 Agustus 1972 yang itu memiliki satu orang istri bernama Siti Jamilah dan dikaruniai tiga orang anak, dua putri dan satu putra. 
Anak pertama bernama Monasari yang saat ini tengah kuliah di Bogor, Anak ke dua Atika Saputri yang tengah menimba ilmu di Pesantren dan anak ke tiga bernama Reza Pahlevi yang merupakan satu-satunya putra dan saat ini baru menduduki bangku Sekolah Dasar (SD).
Sebagai kepala rumah tangga atau imam bagi keluarganya, Salam mengibaratkan biduk rumah tangga bak bahtera yang berlayar di tengah lautan. Lautan tentu tak selamanya tenang dan nyaman, kadang kala harus menghadapi badai, ombak, angin kencang, atau cuaca yang tidak bersahabat. 
‘’Itulah mengapa dalam Islam suami dinobatkan sebagai kepala rumah tangga atau pemimpin (imam) bagi keluarganya,” kata Salam.
Ditambahkan Salam, ‘’Bahkan tanggung jawab seorang imam keluarga tidak saja terbatas di dunia semata, tetapi berlanjut hingga ke akhirat. Di sini para suami atau ayah sangat penting mengetahui bagaimana menjadi imam yang baik bagi keluarganya,” tutur Salam.
Kami bertiga tertegun, mendengar perkataan Salam yang lurus berlandaskan agama. Dari pembicaraan itu saya menarik kesimpulan betapa Salam sangat mencintai keluarganya karena tanggung jawab yang dipikulnya bukan saja pada dunia tapi juga akhirat. Kedewasaan dan kewibawaan Salam tercermin seketika itu. Tidak lagi terukur dari penampilan fisik semata.
Beberapa saat suasana hening. Seorang karyawan Salam membawa tiga cangkir kopi untuk menemani kami, sementara Salam disuguhkan secangkir teh. Perbincangan mulai mengarah pada awal mulanya Salam memulai karir hingga sukses seperti saat ini.
Salam mengaku memulai usaha di bidang perkebunan dan pertanian. Menurutnya bidang itulah yang berpotensi besar meraih kesukesan. Maka tak heran jika putri pertamanya yang bernama Monasari diarahkan menempuh pendidikan Tekhnologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB).
‘’Putri pertama saya saat ini tengah menimba ilmu teknologi industri pertanian di IPB. Karena potensi pertanian dan perkebunan di Merangin cukup menjanjikan dan harus dikelola orang yang profesional,  sekarang Mona baru semester dua. Nanti jika lulus akan saya arahkan dia membangun Merangin dalam bidang pertanian dan perkebunan,” ungkapnya semangat.
Saking cintanya dengan kebun, Salam mengaku kesehariannya banyak dihabiskan di kebun. Soalnya jiwa telah menyatu dengan kebun. Dalam suasana yang tenang itu segala persoalan bisa teratasi dengan damai.
Meski tergolong sukses, rupanya Salam juga pernah mengalami kehidupan yang sulit. Dia menceritakan saat bangunan toko nya mengalami kebakaran. Saat itu, dikatakan Salam merupakan pukulan tersendiri buatnya. Namun karena keyakinan yang tinggi atas ujian itu dirinya beserta keluarga bisa bertahan.
‘’Keyakinan saya setiap ada persoalan itu mengadu kepada Allah,” Ungkap Pengusaha yang saat ini memiliki 30 lebih karyawan itu.
Perbincangan kian seru. Apalagi saat menyentuh dunia politik. Salam menjelaskan awal mula dirinya tertarik terjun ke dunia politik karena terobsesi Mantan Bupati Merangin, Rotani Yutaka pada 2013 lalu. Dari situlah ambisi memberikan kontribusi dan perjuangan pembangunan Merangin dimulai.
‘’Datuk Rotani Yutaka adalah motivator saya dalam dunia politik,” ungkapnya.
Perjalanan karir politik Salam tidaklah semulus yang dibayangkan. Sebagai pendatang baru saat itu dibawah bendera Partai Hanura Salam harus gencar bersosialisasi dan merealisasikannya hingga dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Merangin. Dan saat ini menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi.
‘’Banyak tantangan dalam pemilihan legislatif saat itu. Namun alhamdulillah masyarakat mempercayakan saya sebagai wakil rakyat yang saat ini di posisi DPRD Provinsi Jambi,” katanya.
Meskipun bertugas di Jambi bukan berarti Salam tidak memperhatikan Merangin. Salam mengatakan dirinya tetap memantau perkembangan Merangin melalui dukungan program positif yang bersifat membangun.
‘’Setiap kebijakan positif yang diprogramkan akan tetap kita dukung penuh. Bukan untuk pejabatnya tapi lebih kepada kemakmuran, kenyamanan, peningkatan ekonomi masyarakat Merangin itu sendiri,” terang Salam. 
Dengan prinsip hidup “bermanfaat bagi orang lain”, Salam merealisasikannya dengan menyisihkan sebagian hartanya untuk 700 fakir miskin tiap bulannya. ‘’Insya Allah membagikan sebagian harta kepada 700 fakir miskin itu akan tetap kami laksanakan tiap bulannya,” janji Salam.
Cahaya matahari yang membayang di kolam mulai memudar, kami semakin asyik berbincang. Bukan saja kami yang mengajukan pertanyaan, sesekali juga Salam pun mengajukan pertanyaan ringan kepada kami. Momen itu sangat berarti. Silaturahmi mengakar dan menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan tanpa memandang hubungan tali darah.
Soal makanan favorit. Salam agak berbeda dengan kebanyakan orang yang mengkomposisikan tempoyak dengan ikan. Namun Salam lebih suka jika tempoyak dicampur dengan ayam kampung.
‘’Agak berbeda sih, tapi begitulah. Istri saya pandai memasaknya. Kapan-kapan kalian bisa datang kerumah dan mencobanya,” kata Salam, kami pun gembira.
Perbincangan itu berakhir penuh keakraban. Bahkan Salam tidak segan mengantarkan kami ke kendaraan ketika kami berpamitan pulang. (*)
Share:

Kepsek MIN Singkut diduga potong BSM

Sarolangun _ FIJ.  Adanya bantuan bagi siswa miskin yang diprogram pemerintah untuk membantu pendidikan bagi mereka yang kurang mampu hendaknya dilakukan upaya pendukungan secara bersama. Bantuan  untuk memperbaiki taraf pendidikan para siswa miskin benar-benar tercoreng dengan dugaan aksi potong memotong. Sekolah yang seharusnya menjadikan masyarakat miskin bisa pintar dengan Program Indonesia Pintar tak semulus bayangan. Sebab disinyalir ada praktek pemotongan bantuan yang diskenario pihak sekolah. Seperti halnya diduga terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Singkut belakangan ini. Banyak dari siswa penerima Bantuan Siswa Miskin justrus mengalami nasib sial lantaran jatah mereka diduga dipotong oleh pihak sekolah. Menurut pengakuan beberapa wali murid , bantuan yang seharusnya diterima sebesar Rp. 450 ribu ternyata hanya diberikan Rp 270 ribu. Memang kami diundang musyawarah soal potongan bantuan.
Hendra kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Singkut, saat ditemui oleh wartawan fokus info jambi diruangan guru mengatakan, “memang ada pemotongan semua itu untuk kemajuan sekolah ini juga, kami hanya memotong Rp. 160 ribu semua itu untuk kekurangan bangku sekolah, rehab sumur dan penukaran seragam sekolah, yang Rp. 20 ribu itu dipotong untuk admintrasi bank”. Biar jelas ada tidaknya pemotongan itu silahkan tanya guru bernama SUDIAR guru kelas satu, ungkap hendra.
 Komisi 1 DPRD Kabupaten Sarolangun dari partai Nasdem saat dihubungi melalaui via telepon mengatakan apa bila adanya pemotongan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan menyalahkan aturan kita akan mendatangi sekolah dan mengklarifikasi masalah tersebut. "Pemotongan yang dilakukan apapun bentuknya apa bila tidak sesuai dengan juknisnya jelas melanggar aturan. Itu termasuk pelanggaran serius," kata bang Ajai. Jika memang pemotongan itu benar, maka itu bisa dipidanakan. Pelaku pemotongan BSM bisa dijerat Undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin. Utamanya pasal 43 ayat 1 yang menyatakan setiap orang yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin dipidana dengan pidana penjara, penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. Ayat 2 menegaskan lembaga yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin dipidana dengan denda paling banyak Rp 750 juta. Bantuan Siswa Miskin (BSM), lanjut bang Ajai, termasuk dalam kategori dana penanganan fakir miskin karena program itu diluncurkan untuk penanganan fakir miskin agar anak tidak sampai putus sekolah. Sementara itu, Kepala Unit Pelayanam Terpadu Daerah(UPTD) Pendidikan Kecamatan Singkut, Sayuti mengaku tidak pernah memberikan persetujuan kepada sekolah untuk memotong BSM. "Saya tidak pernah memberikan persetujuan untuk memotong BSM," tegasnya. (jk)

Share:

Ngopi Pagi Bareng Letkol Budiawan Basuki * Dandim 0420-Sarko

Letkol Budiawan Basuki
/Supel, tegas, berwibawa, energik dan ganteng. Itulah kesan pertama yang terasa saat berbincang dengan Letkol Budiawan Basuki Dandim 0420-Sarko. 
Pria kelahiran Pontianak, 13 Juni 1975 itu adalah anak ketiga dari empat bersaudara lahir dan dibesarkan dari keluarga polisi. Meskipun lahir di Pontianak namun Letkol Budiawan Basuki adalah keturunan Jawa. 
‘’Kebetulan saya itu lahir dari keluarga polisi, Bapak saya sering berpindah-pindah tugas. Dan kondisi seperti itu akhirnya menjalar kepada keluarga saya saat ini, juga sering berpindah-pindah,” ungkap Budiawan Basuki.
Dia menjelaskan, aktivitas berpindah-pindah itu karena tugas yang di embannya sebagai TNI. Bahkan dua orang anaknya pun lahir di daerah yang berbeda. 
‘’Anak yang pertama saya kelahiran Kupang, yang satunya kelahiran Singaraja,” tuturnya. 
Letkol Budiawan Basuki bertugas di Kodim 0420/Sarko sejak 2014 lalu. Sejak kepemimpinannya Letkol Budiawan Basuki mengutamakan integritas diri dan kesatuan serta membangun dan menumbuhkan sikap anti ilegal.
‘’Prinsip saya integritas diutamakan. Disana nanti akan kelihatan potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan baik diri sendiri maupun kesatuan. Juga kejujuran dalam segala hal,” terangnya.
Soal sikap anti ilegal seperti ilegal logging, pertambangan emas tanpa izin (PETI), minyak ilegal, prostitusi dan lainnya Letkol Budiawan Basuki intensif membangun dan menumbuhkannya kepada seluruh anggota TNI di Kodim 0420/Sarko agar tidak terlibat. Respon dari sikapnya itu Letkol Budiawan Basuki sering mendapat cercaan dari sejumlah pihak. Namun karena rasa tanggung jawab dan integritas dalam bertugas Letkol Budiawan Basuki menggugurkan seluruh pandangan miring terhadap dirinya.
‘’Bukan tanpa celaan, saya sering mendengar orang-orang menganggap saya ini sok suci karena sikap anti ilegal itu. Tapi saya tetap jalan saja, fokus dengan tugas saya yang telah diamanatkan untuk Negara Indonesia ini, khususnya wilayah 0420-Sarko,” ungkap Letkol Budiawan Basuki mantap.  
Meskipun menjabat sebagai Dandim 0420/Sarko, namun Letkol Budiawan Basuki tidak bisa menyembunyikan darah seni yang mengalir didalam dirinya. Seni yang digelutinya hingga saat ini adalah bermusik.
Tapi jangan heran, aliran musik yang digandrungi suami dari Dr Amriah Suci Nurani bukanlah musik yang umum disenangi masyarakat, tapi ekstrem yaitu musik underground. 
‘’Jika ada waktu luang bertugas, saya tuangkan dalam bermain musik. Kebetulan ada studio kecil sendiri,” tutupnya.(Dede Riskadinata)
Share:

50 Unit Pompa Air Untuk Merangin.

Pada Kunjungan Kerja Mentan ke Provinsi Jambi
Share:

Mantap, bang Muzakkir pimpin KTI Merangin. Terpilih secara Aklamasi.

MERANGIN- Acara Temu Karya Karang Taruna Indonesia ( KTI ) Kabupaten Merangin Berjalan Sukses Jumat ( 03/09),Acara yang di Laksanakan di aula Balai Latihan Kerja ( BLK ) kabupaten merangin ini berlangsung dengan sukses,meski ada terjadi insiden Kecil pada pelaksanaan kegiatan Temu Karya Karang Taruna tersebut, tetapi kegiatan tetap  berlangsung mulus
Dari Bakal Calon ( balon ) untuk di tetapkan menjadi calon harus mendapat dukungan rekomendasi sebanyak 25% dari suara yang ada
Muzakir Mendapat dukungan sebanyak 21 Suara dari 27 Suara  , karna Karna dukungan Muzakir mencapai 80 % maka tidak ada calon lain yang mencalonkan diri sebagai ketua karang Taruna Indonesia ( KTI ) sehingga Muzakir Terpilih secara Aklamasi Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Merangin Priode 2016 - 2021
Sementara itu Ketua Pelaksana Temu Karya karang taruna indonesia ( KTI ) Umarela saat di bincangi Fokusinfo.com mengatakan, “untuk ditetapkan sebagai calon Bakal calon harus mendapat dukungan rekomendasi sebanyak 25%  karna beliau mendapat dukungan sebanyak 80% Maka tidak ada calon lain yang mencalonkan diri sehingga beliau terpilih sebagai ketua Karang Taruna Indonesia KTI Kabupaten Merangin secara aklamasi untuk priode 2016-2021,Ujarnya,
Umarela Menambahkan ,Syukur alhamdulillah, acara temu karya hari ini berjalan dengan sukses, berkat kerja keras dan dukungan dari seluruh jajaran panitia dan suport dari berbagai pihak yang cinta karang taruna. Insya Allah apa yang telah diputuskan dalam temukarya ini, sudah merupakan yang terbaik. Saya ucapkan selamat kepada Bung Muzakir yang telah daulat secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Merangin terpilih masa bhakti 2016-2021,“pungkas nya .(*)
Share:

Tiga Seniman Mendadak ‘Ngartis’

Tiga orang seniman Jambi, Martono Asal Kerinci, Al Hendra Daulay dan Topan Bohemian asal Merangin, sempat membuat heboh dunia kesenian Jambi. Pasalnya pada Jum’at, 5 Agustus 2016 tiga orang seniman itu membacakan puisi di tengah Sungai Batang Hari, tepatnya dibawah jembatan Gentala Arasy kota Jambi.
Al Hendra Daulay mengatakan aksi tersebut cukup menantang, dia harus berdiri tegap di ujung ketek (perahu) sementara riak air sungai yang tidak menentu.
‘’Bagi saya ini pengalaman berharga, membaca puisi ditengah sungai dibawah jembatan Gentala Arasy. Agak ngeri juga sih tadi saat gelombang airnya besar,” kata Al Hendra Daulay atau yang akrab disapa Bang Ucok itu.
Senada dengan Ucok, Topan Bohemian, seniman dengan background seni rupa itu juga mengungkapkan kekhawatirannya saat berada diatas ketek. Bahkan dia malu-malu mengakui bahwa tidak bisa berenang.
‘’Alhamdulillah aksi kami tadi berjalan lancar. Saya khawatir kalau-kalau kecebur ke sungai,” tutur Topan.
Topan juga sempat menceritakan awalnya tidak berniat membaca puisi karena saat itu jadwal keberangkatannya kembali ke Merangin setelah mendampingi kegiatan lomba kesenian siswa SD di Jambi. Karena bujuk rayu, panggilan jiwa seni dan tantangan, akhirnya Topan merelakan ditinggal mobil travel. 
‘’Saya dihubungi pihak Hotel bahwa mobil yang akan membawa saya pulang ke Bangko akan segera berangkat. Karena panggilan untuk berekspresi lebih kuat maka saya suruh saja travel itu berangkat,” ungkap Topan, pria yang kerap berkacamata hitam itu.
Sementara Martono, Seniman senior yang saat ini berstatus PNS di Kerinci merasa ditodong dan tidak bisa menghindar saat diminta membaca puisi. 
Dia mengungkapkan kekesalannya kepada Sakti Alam Watir, seorang fotografer kondang di Jambi. Pasalnya saat menginjakkan kaki di Jambi, Sakti Alam Watir atau lebih akrab disapa Bang Sakti itu langsung menanyakan hal yang dirasa tidak pantas ditanyakan.
‘Waktu saya tiba di Jambi, Bang Sakti bukannya menanyakan bagaimana perjalanan? sehat keluarga? Berapa orang anak sekarang? atau pertanyaan umum lainnya. Tapi yang pertama ditanyakan kepada saya ‘kapan baca puisi’?,” kata Martono sambil tertawa.
Ternyata orang dibalik aksi nyentrik tiga orang seniman itu adalah Sakti Alam Watir, seorang fotografer kebanggaan Jambi yang mana karya-karya fotonya telah tersebar ke seluruh kabupaten di Provinsi Jambi bahkan ke Nasional.
Pria plontos dan kerap berkacamata itu memang sengaja memfasilitasi tiga orang seniman tersebut membaca puisi dengan dibumbui tantangan.
‘’Kita ingin membuat gebrakan baru, membaca puisi di alam. Kedepannya akan kita tambah lagi baik para senimannya maupun di lokasi mana yang asyik buat membaca puisi. Tidak harus tempat formal,” kata Sakti.
Aksi yang cukup terbilang nekat itu rupanya terdengar oleh sejumlah media baik itu cetak maupun elektronik di Jambi, tak ayal mereka mempublikasikan aksi nyentrik tiga orang seniman tersebut.
Sejak dipublikasikan khususnya di media sosial Face book (FB) respon masyarakat terbilang luar biasa. Tiga orang seniman ini mendadak ngartis. (redaksi)

Share:

Tidak Ada Perhatian Pemerintah MIN Bangko Pungut Dana Untuk Bangun Lokal

MERANGIN | FIM - Peran komite terhadap dunia pendidikan patut diapresiasi. Seperti yang dilakukan oleh ketua komite madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Bangko Marzuki S.ag.MM. Dimana, Ketua komite madrasah setempat bersama pihak MIN Bangko bekerja sama membangun ruang kelas baru sebagai tempat siswa belajar.
Hal ini dibenarkan ketua komite MIN Bangko Marzuki S.Ag MM. Kepada Fokus Info Merangin (FIM).  Dikatakannya, pembangunan ruang kelas baru dimadrasah setempat dibangun secara swadaya oleh komite. Menurutnya, pembangunan RKB itu menelan biaya sebesar Rp.24,5 Juta.
“Ya, pembangunan RKB murni dari dana komite. Saat ini ada satu lokal yang baru dibangun.  Semoga ditahun berikutnya kita dapat membangun kembali,”katanya.
Sebagai madrasah yang diminati masyarakat, siswa MIN Bangko terus meningkat dari tahun ketahun. Buktinya hingga saat ini siswa madrasah itu mencapai 108 siswa. 
“Meningkatnya jumlah siswa dari tahun ketahun membuat kami kekurangan lokal. Kami meminta pemerintah daerah, Provinsi, Maupun Pusat dapat membantu kekurangan fasilitas itu (Lokal-red),”ujarnya.
Terkait pembangunan lokal yang dibangun komite tersebut ia berharap, kerja sama komite dan pihak madrasah terus terjaga kedepannya. 
“Terima kasih kepada kepada wali murid yang telah mau berkerja sama dalam membangun lokal di madrasah baru ini. Semoga kerja sama ini terus terjalin guna kemajuan MIN Bangko,”sebutnya. 
“Dukungan kritkan dan saran sangat dibutuhkan guna kemajuan madrasah ini,”tambahnya. 
Selain kekurangan lokal belajar, Madrasah ini juga mengeluhkan tidak adanya pagar madrasah, serta conblok yang rusak termakan usia. “Ya, conbloknya pun sudah banyak yang rusak. Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu pembangunan pagar, conblok, dan sarana prasarana lainnya,” tambahnya.    
Tak hanya itu, sebagai madrasah yang banyak meraih prestasi, MIN bangko, aktif mengadakan kegiatan ektrakulikuler, seperti kegiatan Pramuka dan Drum Band.
“Untuk kegiatan ekstra di bidang Matematika dan IPA kami meraih juara ketiga se-Kabupaten Merangin. Prestasi ini harus dipertahankan dan harus ditingkatkan,”jelasnya.(....)    
        
Share:

SDN 143 Kungkai Butuh Pagar Sekolah

Merangin | FIM, - Persoalan pendidikan masih saja ditemukan di Kabupaten Merangin. Seperti yang dirasakan SD 143/VI Kungkai. Dimana sekolah kepemimpinan Asrin itu membutuhkan pembangunan pagar sekolah. Pantauan dilapangan beberapa waktu lalu, pagar disekolah ini baru dibangun dibagian depan dan dibagian samping kiri sekolah. Namun belum dibangun secara keseluruhan. 
Kepala sekolah SD Negeri 143/VI Kungkai Asrin mengatakan, pembangunan pagar sekolah sangat dibutuhkan pihaknya mengingat sering terjadi gangguan dari luar sekolah.
 “Ya, kami membutuhkan pembangunan pagar sekolah. Kebutuhan ini sangat mendesak mengingat banyaknya gangguan dari luar sekolah. Ini membuat kami sulit untuk mengontrol dan mengawasi siswa,”katanya. 
Pagar yang dibangun dari dana swadaya wali murid, dan komite sekolah ini belum sepenuhnya dibangun secara keseluruhan.  “Saat jam istirahat kami memantau sampai keluar lokasi sekolah,”tambahnya. 
Tak hanya itu, Asri menyebutkan, pihaknya juga mengeluhkan fasilitas sekolah yang sering digunakan oleh warga setempat seperti penggunaan air PDAM dan Water Closet (WC) sekolah. Hal ini menurut dia, sangat merugikan pihak sekolah.
 “Terkadang meteran PDAM Membludak dan tagihan membengkak. Begitu pula dengan WC sudah dipakai tidak disiram dan ditinggalkan begitu saja,” keluhnya. 
Akibat belum dipagarnya secara keseluruhan, hewan ternak sering berlalu lalang di halaman sekolah. Tak jarang kotoran hewan itu berserakan dilingkungan sekolah.
 “Terkadang kami terpikir meminta bantuan kepada komite sekolah. Namun ekonomi yang serba sulit membuat kami berfikir panjang meminta sumbangan,”jelasnya. 
Ia menjelaskan, belakangan ini terang Asrin, aktifitas siswa sering lepas kontrol. Terlebih kata dia menyangkut kedisiplinan siswa.
 “Kalau ini terus dibiarkan terus menerus secara tidak langsung akan menimbulkan masalah besar,terutama mengenai kedisplinan sekolah,” sebutnya. 
 “Pagar merupakan satu-satunya solusi pembatas antara sekolah dan pemukiman masyarakat. Hal ini untuk mengurangi hal–hal yang tidak diinginkan dan menjaga ketertiban siswa,”tutupnya.(MANSURDIN)

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com