• TONI IRWAN JAYA SH. CALEG DPRD MERANGIN DAPIL 1

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • KREASI FLORIST KABUPATEN MERANGIN.

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Lantai Jembatan Pulau Aro Mulai Terlihat Rusak, Warga Duga Gunakan Kayu Kelas Rendah


Tabir Ulu | fokusinfo.com :
Sejumlah masyarakat desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu menyayangkan kondisi jembatan di desanya saat ini mulai terlihat rusak, terutama pada bagian lantai.

Informasi yang media ini peroleh sebenarnya kerusakan telah ditemukan oleh warga pada awal pembangunan, kala itu kontraktor pelaksana proyek yang bernama Yaman berjanji akan memperbaiki serta mengganti kayu papan lantai jembatan tersebut dengan  kayu yang berkualitas.

Baca Juga : Masyarakat Awam Temukan Sejumlah Kerusakan Jembatan Desa Pulau Aro

‘’Informasinya dulu ya begitu, pihak kontraktor akan mengganti kayunya dengan yang lebih baik lagi kualitasnya. Tapi setahu saya tidak ada pergantian, buktinya kayu papan lantai saat ini sudah banyak yang menyusut, lapuk dan pecah. Apa benar dulu itu ada penggantian kami meragukan,” kata seorang warga kepada media ini.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat papan lantai jembatan telah mengalami kerusakan sehingga membahayakan bagi penggunanya.

Dikonfirmasi, Darman Utama selaku Konsultan Pengawas pada proyek tersebut mengatakan kayu papan lantai telah diganti dengan kualitas yang lebih baik.

‘’Kata pegawai saya kayunya sudah diganti kok dulu itu, ada berita acaranya,” singkat Darman.

Sementara soal kayu lantai yang telah rusak, Darman menganggap hal itu wajar karena termakan usia dan peletakannya di tempat yang terbuka.

‘’Wajarlah papan itu lapuk. Siapa yang bisa jamin kekuatan papan lebih dari dua tahun. Pasti ada proses penyusutan kualitas dan itu alamiah,” kata Darman.

‘’Dan lagi sebenarnya perlakuan terhadap jembatan gantung itu, tiap dua tahun sekali harus ada perehaban yaitu lantai yang diganti dengan yang baru,” pungkasnya. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

KT Telentam Duga Box culvert Muara Kibul – Ngaol Sarat Kecurangan


Merangin | fokusinfo.com :
Sejak awal pembangunan box culvert akses Muara Kibul – Ngaol pada tahun 2020, telah terasa adanya upaya mengeruk untung yang banyak oleh pihak kontraktor. Tidak hanya jalan yang belum ditimbun, namun dalam proses pembangunannya terpantau sejumlah kecurangan yang mengindikasikan penurunan kualitas bangunan tersebut.

Ketua Karang Taruna (KT) Desa Telentam, Beni Rustandi sengaja mengundang seorang konsultan untuk mengecek hasil bangunan box culvert oleh pelaksana yaitu CV Kurnia Deska. Hal itu guna memfasilitasi laporan sejumlah anggota KT Desa Telentam kepada dirinya.

‘’Jadi awalnya ada laporan dari anggota Karang Taruna kepada saya bahwa mereka curiga pengerjaan box culvert di jalan Muara Kibul – Ngaol tidak sesuai dengan standar umum pengerjaan. Maka saya undanglah salah seorang konsultan untuk menilai apakah benar dugaan anggota karang taruna itu,” kata Beni.

Baca Juga : PUPR Diduga Tak Tepati Janji, KT Telentam Geram. Terkait Box culvertMuara Kibul – Ngaol

Beni menginformasikan hasil pengamatan mereka di lokasi terpaparlah sejumlah catatan dari konsultan. Menurutnya dalam dunia konstruksi catatan tersebut otomatis menurunkan kualitas bangunan. 

‘’Yang menurut kami menyalahi aturan adalah jarak rangkaian besi yang kurang rapat, campuran adukan beton minim menggunakan batu split tapi malah mencampurnya dengan batu kali yang didapatkan di sekitaran lokasi, pengecoran tidak langsung selesai tapi dilakukan secara bertahap dan menghabiskan waktu berhari-hari karena mereka tidak menggunakan mesin molen untuk mengaduk adonan material cor, hingga setelah mereka klaim pekerjaan selesai tapi jalan yang berada di sisi box tidak ditimbun sehingga tercipta genangan air ketika hujan,” terang Beni.

Sebagai seorang aktivis yang ingin daerahnya mendapatkan pelayanan pembangunan yang optimal dan berkualitas, Beni mengutuk keras kepada pihak manapun yang dengan sengaja mencari keuntungan berlebih dalam proyek tersebut.

‘’Kami menyadari tentulah kontraktor ingin mencari keuntungan. Dan setahu kami keuntungan telah ditetapkan dalam nilai kontrak. Jadi janganlah mencari keuntungan yang berlebih-lebih karena pasti ada dampaknya kepada masyarakat pengguna fasilitas umum tersebut,” tutup Beni.

Sementara itu hingga berita ini dipublikaskan, CV Kurnia Deska sebagai kontraktor pelaksana belum bisa dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini akan menyediakan ruang hak jawab yang bersangkutan sesuai ketentuan yang belaku.(*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

Share:

PUPR Diduga Tak Tepati Janji, KT Telentam Geram. Terkait Box culvert Muara Kibul – Ngaol


Merangin | fokusinfo.com :
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Merangin diduga tidak menepati janjinya akan melaksanakan penimbunan jalan di sisi box culvert yang menghubungkan akses Muara Kibul – Ngaol.

Janji tersebut disampaikan oleh Kadis PUPR, Aspan dan dipertegas oleh Sekda Merangin, Fajarman pada momen dengar pendapat antara Karang Taruna (KT) Desa Telentam dan Pemkab dalam hal ini leading sektornya bidang Bina Marga PUPR. Kegiatan pertemuan yang biasanya disebut sebagai ‘mediasi’ itu, dilaksanakan pada pertengahan 2021 bertempat di aula kantor PUPR.

‘’Hasil pekerjaan box culvert itu sudah kami (KT Desa Talentam) laporkan ke pihak PUPR Merangin agar mereka memanggil pihak kontraktor pelaksana proyek. Kami menilai kontraktor tidak melaksanakan penimbunan jalan yang berada di sisi box culvert, sampai sekarang tidak terlihat adanya upaya penimbunan. Kami hanya meminta mereka membenahi atau menyelesaikan pekerjaan tersebut.” kata Beni Rustandi, ketua KT Desa Talentam.

Dia menjelaskan, yang dimaksud penimbunan jalan yang bersentuhan langsung dengan box culvert adalah mensejajarkan antara permukaan jalan dan box culvert. Sehingga masyarakat yang menggunakan tidak mengalami kesulitan. Disamping itu dapat melindungi usia box culvert tersebut.

‘’Sekarang ini kondisinya seperti ada tanjakan. Bila hujan maka air tergenang di sisi itu karena tanah penahan tidak mampu mengalirkan genangan air dan akan menekan badan box culvert sehingga dikhawatirkan usia bangunan tersebut tidak akan lama bertahan,” ungkap Beni, pria berkulit putih yang mengaku masih bujangan itu.

Beni melanjutkan, pada saat mediasi itu dinas PUPR juga berjanji akan memanggil perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Namun hingga saat ini (2022) belum terlihat tindakan nyata.

Sementara baik itu Dinas PUPR ataupun Sekda Merangin hingga berita ini dipublikasikan belum dapat dikonfirmasi guna klarifikasi. Media ini akan memberikan ruang hak jawab kepada yang bersangkutan sesuai dengan ketentan yang berlaku (*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

 

Share:

Aktivis Desak Pemkab Desak Polres | Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat


Merangin | fokusinfo.com :
Pertengahan oktober 2021 publik dihebohkan dengan temuan kasus pengrusakan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin. Kerusakan jalan tersebut disaksikan sendiri oleh Bupati Merangin, Mashuri. Diduga kerusakan tersebut dipicu aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat.

Baca Juga : PenyelidikanKasus Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat, Terus Bergulir

Nama Sandri Can Indra atau lebih akrab dipanggil Iin santer disebut-sebut sebagai orang yang berada dibalik aktivitas pertambangan yang mengakibatkan rusaknya jalan tersebut. Sebelumnya nama itu juga kerap dikait-kaitkan dengan aktivitas pertambangan skala besar karena menggunakan alat berat.

Dikonfirmasi, Iin membantah tudingan itu. Dirinya merasa namanya sering dijadikan perisai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab saat berhadapan dengan masalah PETI (Pertambangan -emas- Tanpa Izin).

‘’Itu tidak benar. Pengalaman saya selama ini bila ada kasus PETI memang nama saya sering dibawa-bawa. Sebenarnya itu merugikan saya,” kata Iin.

Pernyataan Iin dipertegas oleh Iptu Ramadhan Agustiansyah,  Kapolsek Tabir Ulu beberapa waktu yang lalu. Kala itu dikatakan Kapolsek, setelah pihaknya sosialisasi ke masyarakat melalui para Kepala Desa akan dampak negatifnya PETI, para Kades sepakat menolak aktivitas PETI.

Baca Juga : TanganDingin Kapolsek Tabir Ulu Beraksi, SCI ‘Tobat’ Main PETI ?

Sementara itu seorang aktivis Merangin, Beni Rustandi mendesak pemerintah daerah agar mendesak pihak Kepolisian sesegera melanjutkan proses penyelidikan dan menuntaskan kasus pengrusakan jalan tersebut. Menurut Beni bila itu tidak dilakukan maka marwah Bupati Merangin akan merosot di mata publik.

‘’Ini persoalan serius karena Bupati sendiri yang menyaksikan dan kala itu juga langsung memerintahkan bawahannya agar kasus ini dibawa ke ranah hukum. Yang artinya menurut hemat saya, Bapak Bupati itu ingin mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab. Maka harus ada desakan nyata dari Pemkab kepada Polres karena kepolisianlah yang bisa dan berwenang membuka persoalan itu agar terang,” tegas Beni.

Beni juga mengatakan, bila Pemkab memerlukan berita acara tertulis dari masyarakat yang kelak bisa dijadikan dasar mereka untuk menyurati Polres, maka Beni beserta aktivis lainnya menyanggupi penyediaan berita acara tersebut.

‘’Kalau memang dibutuhkan, kami siap membuat berita acara yang substansinya mendesak Pemkab. Nanti Pemkab bisa melampirkan berita acara itu sebagai dasar mengirimkan surat desakan dari mereka kepada pihak kepolisian,” Tutup Beni. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Penyelidikan Kasus Temuan Pengrusakan Jalan di Tabir Barat, Terus Bergulir


Merangin | fokusinfo.com :
Pertengahan oktober 2021 publik dihebohkan dengan temuan kasus pengrusakan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin. Pengrusakan aset Pemkab itu diduga dipicu aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat.

Kerusakan jalan tersebut disaksikan sendiri oleh Bupati Merangin, Mashuri yang kala itu sengaja memantau kondisi jalan berdasarkan adanya laporan masyarakat.

Rangkuman dari berbagai sumber, kala itu Pemkab Merangin serius menindaklanjuti persoalan tersebut hingga terjalin komunikasi dan koordinasi antara Pemkab dengan pihak Kepolisian guna mengusut kasus itu. Bahkan pihak PUPR telah pula diminta klarifikasi sebagai bahan awal penyelidikan. Ironisnya publik menilai, kasus ini akan pelik diklirkan lantaran kuat dugaan tindakan pengrusakan malah dilakukan oleh oknum aparat Desa di Kecamatan itu.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnawaman, SIK dikonfirmasi perkembangan kasus itu menjawab bahwa pihaknya tetap melakukan proses penyelidikan.

‘’Proses penyelidikan tetap kami laksanakan,” Jawab Kapolres disela kegiatan jumpa pers akhir tahun di Mapolres Merangin, 30 Desember 2021.

‘’Kami masih melakukan proses penyelidikan. Kalau memang ada petunjuk baru, bisa nanti berkoordinasi dengan Kasat Reskrim,” tambahnya. (*)

Reporter : SiefronHadi

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Romantika Priyanto, Tukang Ledeng Jadi Kades


fokusinfo.com :
Senyum merekah tergurat dari paras pria pemilik body atletis ini ketika menyambut kedatangan penulis di kediamannya yang sederhana. Kehangatan perbincangan awal kami terus berkesinambungan hingga detak detik jarum jam tak lagi terhiraukan. Yang ada hanya rangkaian-rangkaian kalimat, kepulan asap dan seruput kopi.

Namanya Priyanto, Pria kelahiran 17 Februari 1978 ini dipercaya masyarakat memimpin Desa Sumber Agung (kampung VI) Kecamatan Margo Tabir Kabupaten Merangin. Yang mana di Desa itu pula lah merupakan tanah kelahiran Priyanto.

Sebelum dititipkan amanah memimpin desanya, rupanya perjalanan kehidupan Priyanto tidaklah semulus seperti yang kentara saat ini. Berbagai cobaan dan ujian menempa, dan dari situlah kedewasaan Priyanto terbentuk sehingga dirinya menjadi tahan banting menghadapi segala persoalan, baik bagi dirinya pribadi, keluarga hingga persoalan yang mendera masyarakat desa. Setidaknya itulah substansi perbincangan penulis dengan tokoh muda inspiratif ini.

‘’Sebelum menjabat sebagai Kades, pekerjaan yang saya geluti bermacam-macam. Yang lebih berkesan adalah saat saya menjadi pegawai di PDAM Tirta Merangin sebagai tukang ledeng. Jadi kala itu berasa juga kebimbangan saat pilkades, saya merasa terpanggil untuk membangun desa disisi lain saya berstatus sebagai pegawai PDAM. Namun karena panggilan jiwa membangun desa lebih besar maka saya putuskan untuk mencalonkan diri sebagai bakal kades di Desa Sumber Agung ini,” kenang Priyanto.

Pria yang terkenal supel itu juga mengatakan pencalonan dirinya sebagai Kades direstui oleh keluarga besarnya sehingga dirinya begitu percaya diri melangkah pada proses itu. Dan hasilnya mayoritas masyarakat memilih dan mempercayakan dirinya sebagai kades di desa itu.

‘’Bukan hanya keluarga besar saya, tapi juga sahabat dan kerabat mendorong saya untuk mengikuti pilkades. Dan alhamdulillah saya berhasil. Ini semua tidak terlepas dari doa restu mereka, terutama istri, anak dan juga orang tua serta saudara saya. Merekalah penyemangat saya,” tutur pria 43 tahun ini.

Sebagai seorang kepala desa, Priyanto tidak menampik ada upaya dari pihak lain diduga akan menggoyang kedudukannya. Namun soal itu selalu dihadapinya dengan kepala dingin.

‘’Jadi begini, apapun kebijakan baik yang kita laksanakan, tetap saja ada yang kontra. Dan pernah juga ada usaha untuk menggoyang kan posisi saya sebagai kades pada tahun 2020. Itu terjadi karena adanya miskomunikasi tentang BLT DD. Alhamdulilah tuduhan itu semua tidak terbukti hingga saya bisa tenang menjabat sampai sekarang. Itu sudah resiko menjadi seorang pemimpin,” kenang Priyanto.

‘’Sekarang sudah 5 tahun lebih saya menjabat berkat doa dari masyarakat Desa Sumber Agung serta kemauan kerja keras seluruh masyarakat.  Alhamdulilah PADes Desa Sumber Agung yang semula pada tahun 2016 mulai saya menjabat kades sebanyak Rp.22 juta sekarang sudah naik menjadi Rp.91 juta tahun 2021. Tahun ini kita bangun los pasar yang bertujuan mengurai kemacetan lalulintas di pasar dan untuk peningkatan sektor PADes,” bebernya.

Masih bersama Priyanto, tahun 2022 Pemdes Sumbar Agung meningkatkan target PADes sebesar 100 persen dari PADes tahun 2021. Capaian itu optimis terlaksana karena akan ditunjangi oleh usaha dari Bumdes.

‘’Target PADes tahun depan sebesar Rp.200 juta. Siapa yg merasakan manfaatnya tentulah masyarakat Desa Sumber Agung sendiri.  Dari masyarakat untuk masyarakat dan digunakan juga demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

‘’Pembangunan pun juga semua di laksanakan sesuai dengan tahapanya melalui musdus, musdes dan RKPdes dan melaksanakan APBDes dengan mengikuti  regulasi dan UUD yang berlaku,” tambahnya.

Priyanto juga menyebut, setiap persoalan yang dihadapi baik suka maupun duka selalu disambut dengan tawakal kepada Allah. Menurutnya bila itu dilakukan maka apapun yang dihadapi selalu diikuti dengan solusi.

‘’Insyaallah saya tetap istikamah membantu, mengayomi, berinteraksi langsung ke masyarakat. Segala ide dan pikiran yang membangun saya tuangkan demi kemajuan desa. Kami sekeluarga mensyukuri nikmat yang sudah diberikan Allah SWT kepada kami sekaluarga,” tutupnya.

Perbincangan penulis dengan Priyanto diakhiri dengan kata mutiara yang disuarakannya yaitu ‘jangan lupa bahagia’. (*)

Reporter : GondoIrawan

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diduga Terkait PETI, Kapus TabBar dipanggil Polsek ?

Ilustrasi

Merangin | fokusinfo.com :
Beredar ditengah masyarakat isu Kepala Puskesmas (Kapus) Tabir Barat (TabBar), Bayhaki dipanggil pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Tabir Ulu berkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) serta imbasnya, yaitu kerusakan fasilitas umum berupa jalan desa.

Sudah menjadi rahasia umum di desa itu, nama Bayhaki disebut-sebut adalah salah seorang pelaku aktivitas PETI skala besar karena dalam operasionalnya menggunakan alat berat.

‘’Dia sudah dipanggil pihak Polsek. Saya duga ada kaitannya dengan aktivitas PETI dan juga jalan desa yang rusak akibat dilalui oleh ekskavator,” ungkap seorang sumber informasi kepada media ini.

Dikonfirmasi, Bayhaki mengaku adanya panggilan tersebut. Meski tidak menjelaskan secara terperinci proses pemanggilannya, dia menyatakan siap akan menghadap pihak Polsek.

‘’Ya kemaren ada itu, tapi belum tahu masalah apa sehingga saya dipanggl. Yang jelas saya akan datang menghadap. Kemungkinan Jumat lah saya ke kantor Polsek,” jawab Bayhaki

Hingga berita ini dipublikasikan, Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH belum bisa dikonfirmasi. Sementara itu KaDinkes Merangin, drg Sony dimintai tanggapannya menyatakan belum bisa menjawab karena dirinya baru menjabat di dinas tersebut.

‘’Saya belum tahu soal itu. Kebetulan saya juga baru menjabat di sini. Nanti lah saya akan gali informasi dari Sekdinkes karena beliau cukup lama bertugas di Dinkes ini,” singkat Sony. (*)

Reporter : Tim

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Responsif, Kapolsek Tabir Ulu Akan ‘Panggil’ Yaman

Aktivitas di Polsek Tabir Ulu, beberapa waktu yang lalu.

Tabir Ulu | fokusinfo.com :
Dianugerahi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, Pemerintah Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu memanfaatkanya dengan maksimal. Salah satu SDA yang ada di desa itu adalah pasir dan koral atau biasa disebut galian c.

Meskipun aktivitas tersebut telah beroparasi cukup lama ternyata Kades tidak mengetahui soal perizinan galian c. Yang pada umumnya dokumen perizinan seharusnya telah dikantongi sebelum terjadinya kesepakatan dan ataupun sebelum melakukan aktivitas.

‘’Kami tidak tahu menahu soal perizinan. Yang jelas kami jual koral itu saja. Soal perizinan itu kembali kepada Pak Yaman sebagai pengelola,” Kata Anas, Kades Pulau Aro beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga : SDA Melimpah, Pemdes Pulau Aro ‘Dagang’ Pasir & Koral

Sepertinya soal perizinan ini harus diklarifikasi mengingat berkaitan dengan pendapatan negara (perpajakan) maka Kapolsek Tabir Ulu Iptu Ramadhan Agustiansyah, SH merespon informasi tersebut berdasarkan kegiatan galian c terjadi di wilayah hukumnya. Kepada media ini Kapolsek mengatakan dalam waktu dekat akan ‘memanggil’ Yaman guna dimintai klarifikasinya.

‘’Tidak hanya saudara Yaman yang akan kita mintai keterangan, tapi juga pemerintah desa, dinas perizinan dan pihak-pihak yang ada kaitannya dengan aktivitas tersebut,” kata Kapolsek.(*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Kesaksian Tetangga, Kediaman Pak Jum Sering Sepi


Merangin | fokusinfo.com :
Pak Jum disebut-sebut satu nama dari sederetan nama pemain pertambangan emas diduga tanpa izin atau biasa disebut PETI di Merangin.

Baca Juga : Aktivitas Pertambangan Emas Milik Pak Jum Kian Eksis 

Penelusuran media ini, mudah sekali menemukan wilayah pertambangan milik Pak Jum di Desa Tambang Baru dan juga kediamannya di Desa Mentawak RT 06.

Sejumlah tetangga Pak Jum mengatakan yang bersangkutan telah tiga tahun mengontrak di desa tersebut. Mereka juga mengetahui selama ini Pak Jum berprofesi sebagai pekerja pertambangan.

‘’Kalau tidak salah sudah tiga tahun ngontrak disini. Setahu kami dia kerjanya ndompeng, tapi tidak tahu juga pemilik atau hanya pekerja,” kata seorang warga yang kediamannya berdekatan dengan kontrakan Pak Jum.

Tetangga itu juga mengatakan selama ngontrak di wilayah itu Pak Jum kurang bersosialisasi dengan masyarakat diduga karena kesibukan pekerjaan.

‘’Bisa dibilang agak tertutup ya. Rumahnya juga jarang buka padahal dia bersama keluarganya tinggal di situ. Kami para tetangga sering berjumpa dengan Pak Jum kala berpapasan saja, itu pun hanya sekedar menyapa,” tambah tetangga itu.

Tetangga itu juga menyatakan tidak mengetahui apakah Pak Jum telah merubah status kependudukan sebagai warga Merangin mengingat telah cukup lama menetap di desa tersebut.

‘’Kalau soal itu coba tanya Pak RT. Namanya Aminal Amin,” singkatnya.

Sementara itu Pak Jum hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dimintai tanggapannya. Media ini akan memberi ruang untuk dipergunakan sebagai hak jawab yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

SDA Melimpah, Pemdes Pulau Aro ‘Dagang’ Pasir & Koral


Tabir Ulu | fokusinfo.com :
Dianugerahi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, Pemerintah Desa Pulau Aro Kecamatan Tabir Ulu memanfaatkanya dengan maksimal. Salah satu SDA yang ada di desa itu adalah pasir dan koral atau biasa disebut galian c.

Informasi dari warga desa, puluhan angkutan dam truk lalu lalang di jalan desa mereka membawa muatan pasir dan koral. Aktivitas itu telah berlangsung sekira empat bulan.

‘’Dalam sehari tu banyak dam truk hilir mudik (beroperasi, red) di dusun ini. Tampaknya bawa muatan koral,” kata warga itu.

Ketua BPD Pulau Aro, Ahmad Yani dikonfirmasi membenarkan di desa itu ada aktivitas galian c. Menurut Yani, setahu dirinya material itu dihargai Rp.20 ribu / angkutan.

‘’Ya memang benar ada aktivitas galian c di sini. Setahu saya desa mendapatkan Rp. 20 ribu permobil. Agar lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke kades saja,” kata Ahmad Yani.

Kades Pulau Aro, Anas dikonfirmasi tidak membantah bahwa di desa yang dipimpinnya itu ada aktivitas galian c. Diterangkannya SDM berupa pasir dan koral desa itu diserahkan ke pengelola bernama Yaman. Sementara pendapatan desa sebesar Rp. 20 ribu per/angkutan dam truk tersebut, juga akan digunakan untuk perawatan jalan.

‘’Pengelolanya bernama Yaman, desa dapat Rp.20 ribu per mobil. Nah bila ada jalan rusak nanti dana itulah yang digunakan menutupinya,” kata Anas.

Meskipun aktivitas tersebut telah beroparasi cukup lama ternyata Kades tidak mengetahui soal perizinan galian c. Yang pada umumnya dokumen perizinan seharusnya telah dikantongi sebelum terjadinya kesepakatan dan ataupun sebelum melakukan aktivitas.

‘’Kami tidak tahu menahu soal perizinan. Yang jelas kami jual koral itu saja. Soal perizinan itu kembali kepada Pak Yaman sebagai pengelola,” tutup Anas.

Semantara itu Yaman dikonfirmasi berdalih pihaknya tengah mengurus perizinan galian c. ‘’Kami sedang mengurus perizinannya, tapi ada dokumen yang belum lengkap,” singkat Yaman. (*)

Reporter : HirianHidayat

Redaktur : TopanBohemian

Share:

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumlah Pembaca

Advertisement

YouTube Fokus Info VisuaL

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

BTemplates.com